PenyuluhAgama Islam Kecamatan Kadipaten, K Hasan Mansur SAg, pun menyampaikan nasihat dari Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Nasihat pertama, "Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati!". Sebebas-bebasnya hidup pasti akan dibatasi oleh kematian. Danberbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya." (HR. ath-Thabarani) Dari hadis di atas menunjukkan bahwa ada 3 nasihat dari malaikat Jibril: 1. Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati Dari nasihat ini diketahui bahwa kematian merupakan hal yang pasti. Tidak mungkin untuk menghindar darinya. 3Nasihat Jibril untuk Umat Akhir Zaman ADA tiga pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya. tiga pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad yang sebenarnya ditujukan kepada umat akhir zaman. Pertama Hiduplah sesukamu Muhammad, tapi ingatlah engkau akan mati. "Kita diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, kita mau beribadah Kamipesankan kepada diri pribadi dan jamaah sekalian untuk selalu dan senantiasa melazimi ketakwaan kepada Allah 'azza wajalla dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ Tigapesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad yang sebenarnya ditujukan kepada umat akhir zaman. Hanya saja kapan akan terjadi memang dalam perbedaan pendapat. Hampir setiap hari istiqamah sangat jarang beliau skip. Pengalaman akan membuat kita tidak melakukan atau mengulangi sebuah kesalahan yang sama. PesanMalaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW | GPS (Gema Pecinta Sholawat) 3 Nasehat Malaikat Jibril Untuk Umat Akhir Zaman Agar Selamat Dunia dan Akhirat, Ternyata Tak Banyak yang Tahu - Lingkar Madiun. 5 Nasihat Kehidupan dari Malaikat Jibril. Hiduplah Sesukamu, Karena Pasti Kamu Mati - Sekolah Islam Al Ikhlas YMAI . Oleh K Hasan Mansur SAg *Aparatur Sipil Negara ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka istiqomah dan tetap kompak mengikuti rutinitas pengajian mingguan pascaapel pagi Senin 31/10/2017. Pengajian ini, meskipun durasinya tidak panjang, namun setidaknya menjadi tadzkiroh dan bisa memberikan kesejukan bagi rohani selama sepekan sekali. Pasalnya, hati yang tidak mendapatkan nasihat akan gersang, bahkan hati bisa mati. Lalu nasihat apa yang disampaikan pada pekan ini? Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kadipaten, K Hasan Mansur SAg, pun menyampaikan nasihat dari Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Nasihat pertama, "Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati!". Sebebas-bebasnya hidup pasti akan dibatasi oleh kematian. Hal yang terburuk bagi manusia adalah kematian, karena dengan datangnya kematian, maka manusia tidak akan pernah berbuat apa-apa lagi. Jangankan berbuat, berpikir saja manusia sudah tidak bisa lagi karena tubuh sudah ditinggalkan oleh rohnya. Kematian ini, akan datang dan menghampiri setiap manusia dan tidak mungkin mengingat kematian, diharapkan setiap mukmin menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap dunia dan kesenangan-kesenangannya. Dengan mengingat kematian, sudah seharusnya manusia memendekkan angan-angan untuk dunia dan hanya mengharapkan kehidupan di negeri akhirat yang kekal. Allah SWT berfirman, "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." Al-'Ankabut 29 64 Dengan demikian, hendaklah setiap hamba mempersiapkan diri untuk menyambut tujuan akhirnya yaitu kematian, dengan cara menyiapkan diri untuk sesuatu setelahnya akhirat. Nasehat kedua, "Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya!". Setiap mukmin dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk, namun sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Maka, jangan sampai seorang mukmin menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan dunia yang fana berupa istri, anak, harta dan selainnya dari hal-hal yang SWT berfirman, "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan dari ALLAH serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." Al Hadid 57 20Karena itu, bisa jadi semuanya akan pergi darimu, atau bisa jadi kamu yang pergi dari mereka! Maka sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Dzat yang tidak akan pernah berpisah dan tidak akan pernah terpisah, yaitu dengan mengingat Allah SWT dan melakukan amal shalih yang dicintai ketiga,"Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya!". "Berbuatlah sesukamu" berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk sesukanya. Namun semuanya akan berakhir saat kematian datang, selanjutnya setelah kematian ternyata ada perhitungan dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi putusan sesuai dengan konsekuensi dari SWT berfirman, "Berbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." Fu??ilat 41 40 ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula." Az-Zalzalah 99 7-8.Setiap balasan sesuai dengan amal yang telah dikerjakan, jika amalan yang dikerjakan tersebut baik, maka balasannya akan menyenangkan dan jika buruk, maka perjumpaan dengan balasan tersebut akan sangat menyedihkan.* Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka sumber Allah SWT menciptakan beragam makhluk di alam semesta ini sudah pasti ada tujuannya. Ibarat dalam bahasa dunia industri, Allah SWT adalah sebagai produsen. Dan kita sebagai manusia adalah produk yang diciptakan Allah SWT. Setiap produk dalam dunia industri sudah pasti ada tujuan penciptaannya. Tak terkecuali kita sebagai hamba dan produk Allah SWT diciptakan tidak lain tidak bukan adalah untuk menyembah dan beribadah kepada - Nya. Tidak hanya manusia, malaikat sebagai makhluk dengan ketaatan tertinggi juga memiliki tujuan penciptaannya. Sebagai salah satu malaikat yang mengabdi kepada Sang Penciptanya. Malaikat Jibril memiliki peran sebagai perantara Allah SWT dalam menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW. Peran ini sungguh sangat mulia, sehingga dalam hal ini Malaikat Jibril memiliki keistimewaan yang lebih daripada malaikat malaikat lainnya. Dalam suatu hadis Rasulullah SAW, disampaikan ada tiga pesan Malaikat Jibril kepada manusia. Apa saja itu? Diriwayatkan oleh Imam Ath Tabrani, Rasulullah SAW menyampaikan tentang tiga pesan Malaikat Jibril kepada manusia. Pesan yang disampaikan Malaikat Jibril memiliki indikasi sebagai bentuk peringatan kepada manusia. Yang pertama "hiduplah sesukamu karena sesungguhnya kamu kelak akan mati". Pesan yang pertama ini dilandasi atas kepastian Allah SWT dalam Al Qur'an, bahwa setiap dzat yang bernyawa pasti akan mati. Konteks kalimat "hiduplah sesukamu" maksudnya adalah hiduplah dalam ketaatan. Jangan sampai kenikmatan dunia melalaikan segalanya dan tujuan hidup manusia yang sebenarnya. Dan kematian akan menjemput kita tanpa kita memiliki persiapan untuk hal tersebut. Pesan yang kedua adalah "cintailah sesuatu sepuasmu, karena sesungguhnya kau kelak akan tetap berpisah dengannya". Hakikat dari pesan yang kedua ini juga adalah bentuk peringatan. Kadang manusia yang lalai akan hakikatnya sebagai seorang hamba, cenderung akan terlalu mencintai dunia. Ia lupa pada siapa yang berhak untuk dicintai yakni Allah SWT. Jika kita terlalu mencintai ciptaan - Nya maka kita akan berpisah darinya. Namun beda jika kita mencintai Allah SWT sebagai Sang Pencipta, kita akan senantiasa bersama Allah SWT selamanya. Pesan ketiga adalah "berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya kelak setiap perbuatanmu ada pertanggungjawabannya". Tentu pesan Malaikat Jibril yang ketiga ini tak jauh dari konteks mengingatkan manusia. Untuk senantiasa berhati hati dalam setiap tindakan dan perbuatan. Karena sesungguhnya apa yang kita lakukan, kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Wallahu a'lam. Untuk ulasan hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima TCT Terkini Isra dan Miraj merupakan dua peristiwa berbeda. Namun karena dua peristiwa ini terjadi pada waktu yang bersamaan maka disebutlah Isra Miraj. Isra merupakan kisah perjalanan Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Miraj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha akhir penggapaian untuk menerima perintah Allah ﷻ menjalankan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Ketika melalui proses Isra Mi'raj, Rasulullah ﷺ dibawa berjalan melalui berbagai peristiwa yang perlu diterjemahkan oleh Malaikat Jibril apa pengertiannya. Berikut adalah 13 peristiwa yang dialami Rasulullah ﷺ sebagai panduan kepada kita sebagai umatnya. Rasulullah ﷺ dapat melihat kaum yang sedang bertanam padi dan terus dapat menuai hasil tanaman mereka. Dan hal itu terjadi berulang-ulang kali. Penjelasan Jibril - “Itulah kaum yang berjihad yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.” Rasulullah ﷺ tiba di sebuah tempat yang berbau harum. Itulah kubur Masyitah, pembantu Firaun bersama suaminya dan anak-anaknya yang dibunuh oleh Fir’aun karena tetap teguh beriman kepada Allah ﷻ. Penjelasan Jibril - "Itulah balasan kepada mereka yang percaya dan berpegang teguh kepada Allah ﷻ." Rasulullah ﷺ dapat melihat sekumpulan orang yang memecahkan kepala mereka dengan batu dan setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali seperti semula, lalu dipecahkan lagi berulang kali. Penjelasan Jibril - “Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk bersujud.” Rasulullah ﷺ bertemu dengan sekumpulan orang yang hanya menutup kemaluan mereka dengan seutas kain dan dipecut seperti binatang ternak, serta memakan bara api. Penjelasan Jibril “Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.” Rasulullah ﷺ bertemu dengan kaum lelaki dan perempuan yang memakan daging mentah dan busuk sedangkan daging yang dimasak dan lebih enak ada di sisi mereka. Penjelasan Jibril - “Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zina sedangkan lelaki dan perempuan itu masing mempunyai isteri atau suami.” Rasulullah ﷺ kemudian melihat seorang lelaki yang berenang dalam sungai darah dan dilempari dengan batu-batu. Penjelasan Jibril - “Itulah orang yang makan riba.” Rasulullah ﷺ lalu bertemu lelaki yang kerjanya mengumpulkan kayu yang dia tak berdaya memikulnya, tetapi tetap menambahkan lagi jumlah kayu yang dipikulnya itu. Penjelasan Jibril - “Itulah orang yang tidak dapat memenuhi amanah yang sudah diterima tetapi masih berani untuk menerima amanah yang lain.” Rasulullah ﷺ kemudian berjumpa dengan satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan gunting besi, setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali menjadi seperti biasa. Penjelasan Jibril - “Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.” Rasulullah ﷺ kemudian menemui sekumpulan orang yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka. Penjelasan Jibril - “Itulah orang yang sering mengumpat dan menjatuhkan harga diri, mencela serta menghinakan orang.” Rasulullah ﷺ juga dapat melihat seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang bentuk dan ukurannya kecil. Tetapi apabila lembu jantan itu coba masuk kembali ke lubang itu, lembu itu gagal. Penjelasan Jibril - “Itulah orang yang bicaranya besar kemudian menyesal, tetapi penyesalannya sudah terlambat.” Lalu datang seorang perempuan dengan nampan yang penuh dengan perhiasan. Namun Rasulullah ﷺ tidak memperdulikannya. Penjelasan Jibril - "Itulah dunia. Jika diberi perhatian kepadanya, niscaya umat Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.” Datang seorang lagi perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah ﷺ untuk berhenti. Tetapi Rasulullah ﷺ sekali lagi tidak menghiraukannya. BACA JUGA ● KISAH NYATA Yahudi Meng-Islamkan Jutaan Umat Manusia ● KISAH NYATA MENGHARUKAN "Selamat Jalan Suamiku" ● Syarifuddin Khalifah, Bayi Ajaib dari Afrika ● Wanita ini Jadi Imam Shalat Jum'at ● Pertimbangkan Sebelum Dihalalkan ● Zaman Yang Ditakuti Rasulullah Penjelasan Jibril - "Itulah orang yang mensia-siakan usianya." Akhir sekali, datang juga seorang perempuan yang badannya bongkok tiga menahan Rasulullah ﷺ. Terang Jibrail - “Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan menanti saat hari kiamat.” Dari 13 kejadian yang dialami Rasulullah ﷺ tersebut, kita dapat mengambil pelajaran berharga diantaranya Berjihadlah menegakkan Agama Allah ﷻ Berpeganglah kepada Allah ﷻ sebagai Tuhan Yang Satu Utamakan Shalat Tunaikan Zakat Hindari Zina Hindari Riba Penuhi Amanah Hindari fitnah Hindari menghina orang lain Hindari perasaan congkak Utamakan akhirat berbanding dunia Jangan sia-siakan usia Dunia sudah sampai ke ujung usianya Demikianlah peristiwa yang dialami Rasulullah ﷺ saat perjalanan Isra Mi'raj. Sebagai bahan renungan bagi kita umat akhir zaman. والله أعلم بالصواب Kaligrafi Nabi Muhammad SAW. Foto PixabayMalaikat Jibril merupakan penghubung antara Allah SWT dengan nabi serta rasul-Nya. Malaikat Jibril memiliki bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan buku Juz Amma For Kids karangan Tim Pustaka Al Uswah, Jibril adalah malaikat yang kuat dan memiliki kedudukan paling mulia di sisi Allah SWT. Ia juga disebut sebagai pemimpin dari para malaikat. تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍArtinya “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” Surat Al-Qadr ayat 4Malaikat Jibril membawa pesan dari Allah SWT untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dalam keadaan terpercaya. Pesan ini merupakan perintah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Malaikat Jibril Kepada Rasulullah SAWPesan yang dibawa untuk Rasulullah SAW sering disebut dengan nasihat Malaikat Jibril. Berikut isi nasihat Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW yang dikutip dari buku Broken Hearted Pill For Muslimah oleh Astri Bestari.“Jibril mendatangiku lalu berkata, "Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya." Kemudian dia berkata, "Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari untuk shalat malam, dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia.” HR. Ath-Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-HakimNasihat Malaikat Jibril tersebut mengandung tiga pesan berharga yang penting untuk direnungkan dan diimplementasikan setiap Muslim. Berikut adalah penjelasannya yang dirangkum dari buku Kumpulan Khutbah Jumat Dilengkapi Khutbah Idul Fitri & Idul Adha karya Abdul Latif Wabula, S, Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan matiSebagian ulama sepakat bahwa kalimat ini merupakan ancaman dan peringatan kepada umat Muslim bahwa semua manusia akan mati. Tidak ada yang kekal di dunia ini selain Allah SWT. Hal yang dapat dipersiapkan manusia untuk menghadapi kematian hanyalah keimanan dan نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَArtinya “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” Surat Al-Ankabut ayat 572. Cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannyaDalam Islam, tidak ada larangan untuk mencintai siapa pun yang dikehendaki. Namun, perlu diingat bahwa orang yang dicintai pasti akan pergi. Oleh sebab itu, manusia hendaknya mencintai seseorang dengan sewajarnya dan jangan melebihi kecintaan kepada Allah . Sebab, salah satu ciri orang beriman adalah mencintai Allah SWT melebihi apapun di ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِArtinya “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa pada hari kiamat, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya niscaya mereka menyesal.” Surat Al-Baqarah ayat 1653. Berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanyaPoin ini merupakan peringatan bagi manusia bahwa seluruh perbuatan baik atau buruk pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍArtinya “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya neraka. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” Surat At-Tin ayat 5-6 Oleh Ust Widi Kusnadi, Da’i Pondok Pesantren Al-Fatah, Bogor Khutbah ke-1 اَلْحَمْدُ للهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارْ، اَلْعَزِيْزِ الْغَفَّارْ، مُكَوِّرِ اللَّيْلِ عَلَى النَّهَارْ، تَذْكِرَةً لِأُولِى الْقُلُوْبِ وَالْأَبْصَارْ، وَتَبْصِرَةً لِّذَوِي الْأَلْبَابِ وَالْاِعْتِبَارْ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ٠فَقَالَى اللهُ تَعاَلى فِيْ كِتَا بِهِ اْلكَرِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ٠فَقَال ايضا٠ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Segala puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, hari ini kita masih dipertemukan dengan hari yang mulia, yaitu hari Jumat, tempat yang mulia, yaitu tempat shalat, dan waktu yang mulia yakni waktu yang sangat baik untuk bermunajad. Mudah-mudahan dengan syukur dan ketaqwaan yang kita terus pelihara dan kita tingkatkan, kita semua menjadi orang-orang yang dimuliakan oleh Allah, menjadi muttaqin dan syakirin, orang orang yang bertaqwa dan orang-orang yang bersyukur. Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Pada kesempatan khutbah Jumat ini, marilah kita merenungkan nasihat yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam yang pada hakikatnya adalah kepada kita semua, umat Rasulullah Yang pertama يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, tetapi ketahuilah, sesungguhnya Engkau akan mati.” Artinya, bahwa kematian adalah suatu kepastian yang akan dialami oleh semua makhluk yang hidup, siapapun dia. Baik raja maupun rakyat jelata, pasti semua akan mati. Baik yang kaya, hidup di dalam istana, maupun yang miskin papa, hidup di gubug derita, semua akan mati. Yang dimuliakan maupun yang dihinakan, keduanya pasti akan berakhir dengan kematian. Dengan datangnya kematian, maka manusia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi. Jangankan berbuat, berpikir saja manusia sudah tidak bisa lagi karena tubuh sudah ditinggalkan oleh rohnya. Kematian ini, akan datang dan menghampiri setiap manusia, hanya soal waktu dan bagaimana keadaan saat ia mati saja yang membedakannya. Dengan mengingat kematian, diharapkan setiap mukmin dapat menghilangkan ketergantungan dan ketamakan hati terhadap kehidupan dunia dan kesenangan-kesenangannya. Dengan mengingat kematian, sudah seharusnya manusia memendekkan angan-angan untuk mencintai dunia dan hanya mengharapkan kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti. Dalam Al-Quran Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman وَمَا هٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” Al-Ankabut/29 64 Dengan demikian, hendaklah setiap hamba mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya kematian, dengan cara menyiapkan diri dengan ibadah dan amal shaleh sebagai bekal yang abadi. Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang kedua وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ “Cintailah siapa yang kamu suka, tetapi ketahuilah, sesungguhnya Engkau akan berpisah dengannya.” Manusia dikaruniai hati dan perasaan untuk saling berkasih sayang. Setiap orang dibebaskan untuk mencintai apa saja dan siapa saja di antara semua makhluk, namun harus disadari bahwa ia pasti akan berpisah dengannya. Maka, jangan sampai seorang mukmin menyibukkan hatinya dengan kesenangan-kesenangan dunia yang fana. Kecintaan kepada istri, anak, bisnis, pangkat, jabatan dan lain sebagainya jangan sampai melalaikan diri dari kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti. Semua yang kamu cintai, pasti semuanya akan pergi meninggalkanmu, atau kamu yang akan pergi dari mereka. Maka, jangan terlalu berlebihan dalam mencintai siapapun karena seseorang, atau segala hal yang bersifat duniawi. Sibukkanlah hati dengan kecintaan terhadap Allah, Dzat yang tidak akan pernah berpisah denganmu dan kamu tidak akan pernah terpisah dari-Nya. Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya harus menjadi kecintaan yang utama dalam hati kita, karena kecintaan tersebut yang akan kekal abadi sampai dibangkitkan kelak di akhirat. Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang ketiga, nasihat Jibril adalah وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ “Dan berbuatlah sesukamu, tapi sadarilah, sesungguhnya Engkau akan diberi balasan karena perbuatanmu.” “Berbuatlah sesukamu” berarti bahwa manusia bebas melakukan perbuatan sesuai dengan kehendaknya. Ia ingin berbuat baik, atau berbuat jahat dan dzalim, silakan, sesuka-sukanya. Allah memberi kebebasan. Namun, harus diingat, semuanya akan berakhir dengan kematian. Selanjutnya, setelah kematian akan ada perhitungan, pertanggungjawaban dan pembalasan di akhirat. Setiap orang akan diberi putusan, balasan berupa nikmat surga bagi yang berbuat baik. Sbaliknya setiap orang akan dibeli putusan dan balasan berupa siksa dan azab sebagi konsekuensi dari perbuatan buruknya. Dalam surah Al-Zalzalah, Allah berfirman فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ٧ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ٨ “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat balasannya pula.” Az-Zalzalah 99 7-8. Perlu diingat bahwa tidak ada perbuatan yang sirna begitu saja tanpa perhitungan. Walaupun hanya menyingkirkan batu di jalan, pasti akan mendapat ganjaran. Atau hanya sekadar kepulan asap rokok yang dihirup orang lain. Itu semua pasti akan ada balasannya. Semuanya akan ada perhitungannya. Jadi, alangkah baiknya jika akan melakukan sesuatu, terlebih dahulu dipikirkan dan dipertimbangkan dampaknya. Berdampak positif atau malah berdampak negatif. Jangan sampai di akhirat nanti kita menjadi orang yang bangkrut, yaitu datang menghadap Allah dengan banyak amal kebaikan, tapi semua itu tidak bisa menutupi tuntutan dari orang-orang yang kita sakiti, kita dzalimi, hingga pahala kita habis, dan bahkan kita menanggung dosa-dosa dari orang yang kita sakiti, hingga akhirnya masuk neraka, Na’udzubillah min dzalika. Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ketahuilah, bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada akhlaknya. Kemuliaan seorang Muslim adalah pada seberapa dekat ia dengan penciptanya. Maka, janganlah sandarkan kemuliaan kita kepada harta benda, pangkat dan jabatan, dan segala hal yang berbau materi duniawi. Marilah kita sandarkanlah kemuliaan kita melalui taqarrub kepada Dzat Yang Maha Mulia, mendekatkan diri dengan ibadah dan amal shalih ikhlas hanya untuk Allah semata, karena hanya Allah lah pemilik kemuliaan sejati. Allah akan memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah akan menghinkan siapa saja yang Dia kehendaki. Kehormatan manusia tidak terletak pada aksesoris dunia. Kehormatan manusia tidak berdasar kepada banyak sedikitnya harta, tetapi manusia terhormat adalah mereka yang mampu melepaskan diri dari segala jerat dunia, Kehormatan seorang hamba adalah Ketika ia bersandar sepenuhnya kepada Allah Yang Maha memiliki segalanya. Semoga kita menjadi hamba-hamba yang selamat hidup di duia dan akhirat. Dan Allah masukkan kita menjadi hamba-hamba-Nya yang bersedah diri hanya kepada-Nya. بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِن الآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى . وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ A/P2/RS2 Mi’raj News Agency MINA

pesan malaikat jibril kepada umat akhir zaman